Dibilang Mirip Vokal Judika, Mash Penyanyi Lagu Sholawat Angkat Bicara

Dibilang Mirip Vokal Judika, Mash Penyanyi Lagu Sholawat Angkat Bicara

IslamicTunesNews – Kemiripan vokal bisa saja terjadi antara satu penyanyi dengan penyanyi lainnya. Hal ini mungkin karena disengaja ataupun tidak disengaja. Namun faktor ‘inflame’ vokal seorang penyanyi, di dunia musik bukanlah sebuah masalah. Bagaimanapun, seorang penyanyi tentu ingin punya karakter sendiri dalam berolah vokal.

Lagu Bidadari Surga yang dinyanyikan ulang oleh Mash, Penyanyi sholawat asal Kota Palembang, mendapat respon dari warganet yang mengatakan vokal Mash mirip Judika pada intro lagu tersebut, yang dirilis 27 Juni 2020 di IslamicTunes.cloud.

Saat diwawancarai oleh IslamicTunesNews pada Jumat (3/7/2020), Mash mengatakan, “Sengaja saya pake intro vokal salah satu lagunya Judika, biar lebih indah aja. Soal vokal saya mirip Judika, nggak mirip 100% sih, Judika kan sangat Rock, kalo saya masih pop cenderung R&B.”

Tentang Lagu Bidadari Surga

Mash, Musisi Nasyid Indonesia. (Dok. Istimewa)
Mash, Musisi Nasyid Indonesia. (Dok. Istimewa)

Lagu Bidadari Surga karya Jefri Al Buchori melejit sejak dirilis pada tahun 2013 lalu, dan saat ini jadi satu lagu religi legendaris yang dikenang oleh para penikmat musik religi di Tanahair, apalagi sejak Ustadz kondang yang akrab dipanggil Uje ini telah berpulang ke Rahmatullah.

Mash juga mengatakan, “Sebetulnya sudah dari tahun lalu saya rekam cover Bidadari Surga, ngeliat dicover sama putra-putri almarhum Uje, jadi saya bikin klip amatirnya. Musiknya saya menggunakan musik yang ada di YouTube, tapi produksi rekaman saya kerjakan sendiri semuanya.”

“Kalo kacamata saya, Bidadari Surga itu menceritakan sosok seorang istri yang menjadi bidadari dalam rumahtangga dan terus menjadi bidadari bahkan hingga ke surga, saking mulianya sampe-sampe sang suami merasa ragu apakah sudah mencintai sang bidadari dengan sepantasnya, makanya ada kalimat ‘Maafkanlah aku dengan kebodohanku, yang tak bisa membimbing dirimu’. Puncak curahan rasa dari lagu ini adalah doa pada bagian bridgenya. Saya rasa lagu ini mewakili perasaan banyak suami termasuk saya,” kata Mash.

Selain itu Mash juga mengatakan, “Pesan dakwahnya sangat tersurat jelas, di satu sisi, para suami digugah untuk menjadi suami yang pantas untuk sosok bidadari surga yaitu istri mereka, di sisi lain juga menginspirasi kaum istri, untuk memantaskan diri selayaknya bidadari. Dan tidak kalah penting kita diajak menyerahkan harapan total kepada Allah akan karunia keluarga yang menjadi penyejuk mata hati dan selanjutnya menjadi yang terdepan di antara orang-orang bertaqwa.”

“Lagu ini seperti semacam firasat sebelum wafatnya Uje, jadi muatan lagu ini sangat kompleks, mulai dari liriknya, musiknya, dan sejarah yang mengiringi lagu ini,” kata Mash.

Sosok Uje di Mata Mash

Mash, Musisi Nasyid Indonesia. (Dok. Istimewa)
Mash, Musisi Nasyid Indonesia. (Dok. Istimewa)

Seperti dikatakan oleh Mash, sosok Uje menginspirasi banyak orang, terutama sangat menggugah orang-orang  yang berhijrah. Mash sempat kenal beberapa mualaf yang termotivasi pada sosok Uje.

“Beliau orangnya apa adanya, dalam berda’wah nggak pernah pilih-pilih, siapapun yang ditemui jadi target dakwah. Jadi inget dulu sempet intens bertemu waktu sebulan dikarantina dalam Festival Nasyid Indosiar 2004. Uje punya jadwal khusus untuk memotivasi kami para kontestan, beliau dibawa oleh mas Agus Idwar Snada. Prediksi saya, hijrahnya Uje agak berbarengan dengan mas Opick Tombo Ati. Sangat berkesan, soalnya selera musik Uje dengan selera musik saya kurang lebih sama, kami pernah nyanyi bareng lagu-lagunya Boyz II Men, kalo pas beliau datang ke karantina. Beliau selalu mengingatkan generasimuda, jangan sampai terjerumus seperti yang dulu pernah beliau alami sebelum berhijrah,” kata Mash.

Lebih lanjut Mash mengatakan, “Sebetulnya saya termasuk yang kurang produktif menulis lagu, justru bukan karena nggak mau berkarya, tapi seperti terkendala dengan kejujuran lirik yang akan saya tulis. Tapi sharing saya buat para munsyid dalam berkarya, ya berkaryalah dengan jujur. Jika kita bukan ulama, baiknya buatlah lirik yang tidak menggurui, tapi lebih kepada mengajak, dan tantangan yang nggak mudah adalah menemukan karakter utuh yang ada pada diri kita. Tentu ini sangat dipengaruhi oleh selera musik kita, buku-buku apa saja yang kita baca, tradisi kita dalam menjalankan syari’at, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan, dan lain-lain. Yang penting adalah, kita berkarya bukan supaya orang cinta sama kita, tapi supaya sama-sama mencintai Allah dan Rosulullah SAW.”

Untuk menonton videoklip lagu Bidadari Surga dari Mash, mari klik foto berikut ini;

(*)