Freed Ghalib, Munsyid asal Arab Saudi. (Dok. Istimewa)

Freed Ghalib, Munsyid dari Kota Sejuk di Arab Saudi

IslamicTunesNews.com – Kota kecil Abha merupakan ibukota Provinsi Asir di Arab Saudi, bukan hanya sebuah kota yang memiliki tanah subur dan beriklim sejuk dengan pemandangannya yang indah, tapi juga memiliki Freed Ghalib, munsyid yang menggemakan nasyidnya hingga kota-kota di Benua Eropa. Saat ini ia tinggal di Sentul, Indonesia.

Tentang Album Nasyid ‘Alhamdulillah’ karya Freed Ghalib

Menjejakkan eksistensinya di dunia nasyid, Freed Ghalib telah merilis album perdananya yang bertajuk ‘Alhamdulillah’. Ada sepuluh lagu indah termaktub dalam album ini, yang berjudul; Salam, Alhamdulillah, Ya Rasulallah, Ramadan, El Hajj, True Love, Welcome Eid, Muhasabah, Ya Habibi, dan Tala’a Albadru.

Freed Ghalib, Munsyid asal Arab Saudi. (Dok. Istimewa)
Freed Ghalib, Munsyid asal Arab Saudi. (Dok. Istimewa)

Freed Ghalib, saat kami wawancarai, Sabtu (7/3/2020), ia mengatakan, “Album nasyid ‘Alhamdulillah’ merupakan album pertama saya, adalah ungkapan isi hati yang ingin saya bagi pada semua orang. Album ini dirilis tanggal 19 Juli 2019 di Jakarta, dan juga saya rilis di Amsterdam.”

“Album Alhamdulillah ini bertema muhasabah, berkonsep musik groovy harmony with full acapella, digarap pada beberapa studio,” kata Freed.

Freed juga mengatakan, “Makna ‘Alhamdulillah’ yang saya jadikan tajuk pada album saya ini adalah tanda rasa syukur saya karena terwujudnya karya album pertama saya, sejalan dengan pesannya agar kita selalu bersyukur dan bertafakur. Lagu Alhamdulillah jadi lagu unggulannya pada album ini.”

Sampul album nasyid Alhamdulillah dari Freed Ghalib, Munsyid asal Arab Saudi. (Dok. Istimewa)
Sampul album nasyid Alhamdulillah dari Freed Ghalib, Munsyid asal Arab Saudi. (Dok. Istimewa)

“Saya memilih nasyid dalam berdakwah , sesuai dengan firman Allah SWT pada Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 24 yang artinya ‘Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, dan Hadis Riwayat Bukhari ‘Al kalimatut thayyibatu shadaqah’, yang artinya: ‘Berkata yang baik adalah sedekah’. Bernasyid bukan hanya keindahan namun berbagi kebaikan pada yang lain, dan akan memperoleh pahala jariyah,” kata Freed.

Respon Masyarakat Eropa pada Nasyid

Saat ini Freed tengah melakukan ‘Roadshow Tour Europe Nasheed’ dan tausiyah ke beberapa kota di benua Eropa. Selain itu juga menjalankan bisnis, dan beberapa aktivitas lainnya.

“Respon non muslim di Eropa terhadap nasyid, sangat baik, dan selalu berkembang setiap tahunnya. Mereka sudah familiar dengan Islam, dan tidak asing lagi melihat banyak yang berhijab di mana-mana. Alhamdulillah, masjid sudah banyak. Pada saat shalat lima waktu, masjid-masjid penuh. Apalagi saat shalat Jumat . Masyarakat Eropa memang suka musik, jadi mendengar nasyid mereka surprise dengan syairnya.  Alhamdulillah, so far so good. Nasyid sangat pas untuk Eropa, karena memperkenalkan nilai-nilai Islam lewat keindahan nada,” kata Freed. (*)