Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020. (Dok. Istimewa)

Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 Tak Terlihat, Perlukah Salat Gerhana?

IslamicTunesNews – Peristiwa Gerhana Matahari Cincin terjadi saat matahari, bulan, dan bumi berada tepat segaris, dan ketika itu piringan bulan yang terlihat dari bumi lebih kecil dari piringan matahari. Ketika puncak gerhana terjadi, matahari akan menyerupai sebuah cincin, gelap pada bagian tengahnya dan terang di bagian tepinya.

Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada Minggu 21 Juni 2020, wilayah seperti di Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, hanya terjadi Gerhana Matahari Sebagian. Akibat magnitudo yang kecil saat Gerhana Matahari Sebagian yang melintas di beberapa negara tersebut, sehingga sulit teramati secara langsung. Apalagi di beberapa wilayah langit tengah ditutupi awan tebal.

Namun Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika di Indonesia berhasil mengabadikan puncak Gerhana Matahari Sebagian tersebut, foto-fotonya telah diunggah di akun media sosialnya.

Karena masyarakat tidak bisa melihat secara langsung kejadian tersebut, muncul dua pendapat tentang pelaksanaan salat gerhana, atau salat kusuf.

1. Jika Gerhana Tak Terlihat Berarti Tak Ada Salat Gerhana

Pendapat ini karena salat gerhana ini dihubungkan dengan penglihatan, bukan berdasarkan hisab atau hasil perkiraan ilmu falak atau astronomi.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

“Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.” (HR. Bukhari no. 1047)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin ketika ditanya, “Apa hukum jika gerhana matahari tertutup awan mendung, namun sudah dinyatakan di berbagai surat kabar sebelum itu bahwa nanti akan terjadi gerhana dengan izin Allah pada jam sekian dan sekian. Apakah shalat gerhana tetap dilaksanakan walau tidak terlihat gerhana?”

Syaikh rahimahullah menjawab, “Tidak boleh berpatokan pada berbagai berita yang tersebar atau berpatokan semata-mata dengan berita dari para astronom. Jika langit itu mendung, maka tidak ada shalat gerhana karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaitkan hukum dengan penglihatan (rukyat). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melihat terjadinya gerhana, maka segeralah shalat.” Suatu hal yang mungkin, Allah menyembunyikan penglihatan gerhana pada satu daerah, lalu menampakkannya pada daerah lain. Ada hikmah di balik itu semua.” (Sumber: Saaid.Net)

2. Tetap Laksanakan Salat Gerhana

Warga di Kota Palembang tetap melaksanakan salat gerhana, meskipun Gerhana Matahari Cincin tidak terlihat dikarenakan langit mendung dan turunnya hujan. Seperti yang dilakukan oleh para jamaah Masjid Al Furqon, Bukit Nusa Indah. Puluhan jamaahnya pada pukul 14.30 WIB melaksanakan salat gerhana.

Sumarno, Ketua Sesi Peribatan Masjid Al Furqon tersebut mengatakan, “Justru di masa pandemi ini kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan tetap mengagungkan salah satu kebesaran-Nya, yakni gerhana matahari. (*)