Inilah Misi Pembuatan Film Layar Lebar 'GERAN'

Inilah Misi Pembuatan Film Layar Lebar ‘GERAN’

IslamicTunesNews – Sebuah karya seni biasanya akan memuat pesan yang ingin disampaikan kepada penontonnya. Seperti film GERAN karya Areel Abu Bakar, yang dilakoni oleh Namron, Fatimah Abu Bakar. Juga oleh Khoharullah, Feiyna Tajudin, Fad Anuar, Taiyuddin Bakar, Niezam Zaidi, Adam Shahz, Megat Shahrizal, dan lainnya, tentu ada misi yang dibawanya. 

Film GERAN akan mulai tayang di bioskop pada tanggal 10 Oktober 2019. Untuk mengetahui misi dan pesan dari film ini, IslamicTunesNews mewawancarai Areel Abu Bakar, Senin (7/10/2019). 

Misi Film GERAN

“Misi film ini adalah untuk membangkitkan semangat untuk mempertahankan hak kita, menjaga hak kita sebaik-baiknya, sebelum diganggu gugat pihak luar. Umat Islam harus bangkit,” kata Areel. 

Areel juga mengatakan, “Kisah pada film Geran ini terinspirasi dari sifat melayu itu sendiri yang ada dalam kehidupan keseharian kita, lalu diadaptasikan pada film ini. Meskipun banyak orang yang beranggapan bahwa film dengan tema seperti ini kurang diminati masyarakat, namun justeru jadi motivasi bagi saya untuk bersemangat membuktikannya. Bahwa kita mampu buat film yang baik, dengan mengemas warisan adat, budaya, dan tradisi yang ada,” kata Areel. 

“Geran sebenarnya adalah tanda marwah kita yang harus dipertahankan. Geran bisa juga jadi simbol Tanahair kita yang harus selalu dijaga. Pesanan dalam film ini banyak mengenai sifat-sifat masyarakat yang harus sedar supaya kita perlu melakukan reformasi dalam kehidupan kita untuk lebih berjaya. Tabiat berhutang, kisah silam yang boleh membawa kesan yang kurang baik di masa hadapan atas kesilapan sendiri,” kata Areel. 

Selain itu Areel juga mengatakan, “Permasalahan umat berlaku sebab tak kenal diri, apa ntah lagi Tuhan pemilik dunia. Umat kena muhasabbah diri jangan menyalahkan bangsa lain sedang kita sendiri yang merosakkan apa yang kita ada. Seluruh umat perlu mengenal Tuhan supaya mereka tahu kenapa kita ada di atas muka bumi ni, kalau kita kenal segala kasih sayang sesama makhluk akan terbina tanpa ada rasa goyah di mana-mana sudut.” 

“Seluruh umat kena kembali kepada pencipta dalam segala hal kehidupan,” kata Areel. (*)