Cara Menentukan Nama Karakter Munsyid dalam Dunia Nasyid

Cara Menentukan Nama Karakter Munsyid dalam Dunia Nasyid

IslamicTunesNews – Seperti yang telah kita pahami bersama bahwa fungsi nama adalah untuk sebutan pada benda, manusia, tempat, produk, gagasan, konsep, yang digunakan untuk membedakan satu dengan yang lainnya. Begitu pun dalam dunia nasyid, saat merilis karya para musisi nasyid juga menyertakan nama dirinya sebagai pemilik karya tersebut.

Meskipun biasanya setiap orang saat baru lahir telah diberi nama oleh orangtua atau keluarganya, terkadang adakalanya para musisi nasyid ingin membuat nama sendiri di dunia nasyid. Bisa saja hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan, meskipun nama pemberian dari orangtua tidak terdapat persoalan.

Adapun hal yang perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan nama yang akan digunakan musisi di dunia nasyid adalah sebagaimana berikut.

1. Nama Pemberian Orangtua

Setiap orangtua biasanya memberikan nama yang baik untuk anaknya. Nama yang diberi mungkin memiliki nilai historis tersendiri dan ada kandungan doa yang baik.

Penggunaan nama dari orangtua akan jauh lebih baik bagi seorang musisi nasyid, jikalau nama tersebut memiliki makna yang baik dan tidak lebih dari empat suku kata. 

2. Nama Panggilan

Menggunakan nama panggilan dinilai cukup efektif. Apalagi jika nama panggilan tersebut hanya terdiri dari dua suku kata. Namun nama panggilan untuk dijadikan nama karakter baiknya digunakan jika belum ada karakter lain yang menggunakan nama tersebut, agar tidak terjadi ambigu di tengah masyarakat.

3. Nama Kumpulan Nasyid

Kebanyakan kumpulan nasyid menggunakan nama grup-nya dari kosakata arab, yang dipilih bermakna baik, sebagai doa untuk kejayaan kumpulannya. 

Meskipun begitu, tidak jadi persoalan jika kumpulan nasyid menggunakan nama dari referensi lainnya, asalkan menghadirkan interpretasi yang baik bagi masyarakat. 

Menggunakan kata yang sudah memiliki konotasi lain juga efektif untuk melekat-kan nama kumpulan pada pendengar karyanya. Membuat kata baru membutuhkan upaya ekstra karena mesti melahirkan ungkapan baru sebagai sebuah karakter baru bagi kumpulan nasyid.

4. Nama Solo Terdapat Nama Kumpulan

Tidak tertutup kemungkinan bagi seorang penyanyi solo menggunakan nama akhiran dari nama grup atau kumpulan nasyid-nya saat mempublikasikan karya solo-nya. Meskipun tiada larangan, namun ada efek yang kurang baik dalam mmbentuk karakter solois bagi dirinya.

Hasilnya, dengan menambahkan nama kumpulan pada karakter penyanyi solo secara tidak langsung menggambarkan ketergantungan musisi nasyid tersebut pada kumpulannya, dan juga akan membuat pendengar karyanya lebih menyukai karya lagu kumpulannya. 

Pahit di kata, jika penyanyi tersebut tidak lagi menjadi personal kumpulan tersebut, niscaya ia tidak layak lagi membawa nama kumpulannya. Pada situasi ini tentu ia akan berupaya membangun lagi karakter pada nama baru penggantinya.

Cepat atau lambatnya karakter seorang musisi nasyid diterima masyarakat tetap akan kembali pada kualitas karya nasyid yang dilahirkannya. Namun jika nama penyanyi yang digunakan rumit akan menyulitkan masyarakat untuk mengingatnya.

Sebelum merilis karya ada baiknya menimbang terlebih dahulu nama yang akan digunakan. Ada baiknya nama yang digunakan tidak melebihi dari empat suku kata. Akan lebih baik lagi jika nama itu hanya terdiri dari satu suku kata yang belum ada orang lain yang menggunakannya, meskipun ada ungkapan yang mengatakan apalah arti sebuah nama, namun rasanya tidak normatif untuk disetujui, karena nama adalah doa,  salah satu warisan dari ayah bunda. (*)