Sindi, Vokalis grup musik Qhutbus Sakha. (Dok. Istimewa)

Qhutbus Sakha Serahkan Hasil Penjualan Album Sholawat untuk Palestina dan Pesantren

IslamicTunesNews – Melahirkan karya lagu islami tentu akan memberi manfaat bagi umat. Ketika hasil dari penjualan lagu islami tersebut juga digunakan untuk kepentingan umat, akan menjadikan karya tersebut makin bermanfaat.

Qhutbus Sakha, grup musik asal Kota Bandung, dalam eksistensinya di dunia musik telah merilis dua album lagu religi. Album pertama bertajuk Seandainya Itu Kamu, dirilis pada tahun 2019. Album ke duanya bertajuk Ya Allah Jagalah Bumi Palestin, dirilis pada tahun 2020.

1. Qhutbus Sakha dan Karya

Para personal grup musik Qhutbus Sakha, (dari kiri): Agie, Sindi, Agung, dan Fajar. (Dok. Istimewa)
Para personal grup musik Qhutbus Sakha, (dari kiri): Agie, Sindi, Agung, dan Fajar. (Dok. Istimewa)

Agie, Pendiri Qhutbus Sakha, saat diwawancarai IslamicTunesNews pada Sabtu (20/6/2020), ia mengatakan, “Album pertama, kami dedikasikan untuk Yayasan Pesantren Yatim Indonesia. Pada album ke dua, seluruh hasil penjualannya, baik penjualan digital maupun fisik, kami donasikan untuk rakyat Palestina.”

Qhutbus Sakha memiliki empat personal; Sindi (vokal), Agie (keyboard), Fajar (guitar), Agung (bass). Album pertama mereka berisi 10 lagu, dengan judul; Seandainya Itu Kamu, Sepertiga Malam, Sholawattadumu, Sahabat Marilah Kita Sholat, Ya Allah Lapangkan Kubur Ibuku, Allah Ingin Engkau Dekati, Cintai Anak Yatim, Ajal yang Tak Bisa Engkau Hindar, Marhaban ya Ramadhan, dan Assalamualaikum.

Pada Album ke dua, Qhutbus Sakha merilis 8 lagu, dengan judul; Ya Allah Jagalah Bumi Palestina, Astaghfirullah, Sifat Allah, Ikhlas Melepasmu Karena Allah, Lebaran, Ayah, Doa, dan Sahabat Fillah.

2. Qhutbus Sakha Rilis Singel Terbaru

Sindi, Vokalis grup musik Qhutbus Sakha. (Dok. Istimewa)
Sindi, Vokalis grup musik Qhutbus Sakha. (Dok. Istimewa)

Tak berhenti sampai di situ, Qhutbus Sakha baru saja merilis singel terbaru berjudul Bersyukur, karya original yang ditulis sendiri oleh para personal Qhutbus Sakha, dirilis pada Sabtu 20 Juni 2020 di IslamicTunes.cloud.

Agie mengatakan, “Inspirasi lagu Bersyukur dari kehidupan kita sehari-hari, bercerita tentang rasa syukur yang mesti kita miliki walaupun dalam keadaan apapun. Ketika Allah beri kita ujian, yang diharapkan Allah adalah senantiasa kita tetap bersyukur, begitupun dengan dalam keadaan lainnya. Ya, semoga dengan adanya lagu Bersyukur ini, sahabat semua yang mendengarnya bisa lebih bertambah rasa syukurnya kepada Allah SWT, terutama bagi kami sendiri.”

Lagu Bersyukur  musiknya diaransemen oleh Agie, dibuat di studio Qhutbus Sakha di Bandung.

3. Kronologi Berdiri dan Eksistensi Qhutbus Sakha

Para personal grup musik Qhutbus Sakha di acara penandatanganan MOU jadi Brand Ambassador Aman Palestin Indonesia. (Dok. Istimewa)
Para personal grup musik Qhutbus Sakha di acara penandatanganan MOU jadi Brand Ambassador Aman Palestin Indonesia. (Dok. Istimewa)

Seperti dikatakan oleh Agie, Qhutbus Sakha dibentuk pada 1 Januari 2019, berawal dari mereka sering bertemu dan berkumpul dalam satu majelis pengajian agama. Agie mengajak kawan-kawan yang berada dalam satu kajian itu untuk membuat karya, yang isinya syiar melalui musik, namun saat itu belum tercetus nama Qhutbus Sakha. Kemudian, Agie mengajak salah satu kawan lamanya yang berada dalam satu kajian tersebut untuk membentuk band dengan nama Qhutbus Sakha.

Qhutbus Sakha bermakna orang yang paling dermawan, dari filosofi nama itu mereka ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat melalui karya-karya lagu islami. Pada tahun 2020 ini, Qhutbus Sakha diberi kepercayaan jadi Brand Ambassador di Aman Palestin Indonesia, dan Aman Palestin Malaysia, organisasi non pemerintah yang ikut aktif memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Lebih lanjut Agie mengatakan, “Tujuan kami mendirikan Qhutbus Sakha adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan keahlian atau bakat yang telah Allah berikan kepada kita, untuk bisa menjadi manfaat bagi banyak orang dengan karya-karya kita.”

“Dikarenakan keadaan saat ini yang masih belum membaik karena Covid-19, kami banyak menghabiskan waktu untuk membuat karya di studio, dan membuat beberapa videoklip untuk ditampilkan pada channel YouTube kami, Qhutbus Sakha Official. Satu alasan yang paling kuat kami untuk berkarya di jalur lagu religi, karena dari awal Qhutbus Sakha dibentuk hanya untuk bersyiar, jadi yang pas buat kami memang di jalur musik religi,” kata Agie.

Videoklip lagu Bersyukur dari Qhutbus Sakha bisa kita tonton dengan meng-klik foto berikut ini;

(*)