Kue Klepon. (Dok. Istimewa)

Ribut Soal ‘Klepon Tidak Islami’ dalam 5 Misi yang Harus Diwaspadai

IslamicTunesNews – Klepon adalah salah satu makanan tradisi yang sangat digemari oleh beberapa negara di Asia Tenggara. Di Malaysia, Klepon dikenal dengan nama Onde Onde, seperti masyarakat Minangkabau juga menyebutnya, yang rasa dan bentuknya bisa dikatakan sama.

Akun Twitter memelord  yang menyebarkan ‘Klepon Tidak Islami’ pada Selasa (21/7/2020) menimbulkan kisruh pada warganet, yang sangat menentang pernyataan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, warganet merasa tak satupun jenis makanan bergenre agama. Seperti tanggapan dari ulama, mengatakan, “Dalam Al-Qur’an hanya ada halal dan haram di makanan”.

Beberapa pakar kulinerpun ikut merespon kekisruhan ini dengan mengunggah di akun media sosial mereka mengenai bahan-bahan dan cara pembuatan kue Klepon yang tak satupun mengandung unsur haram.

5 Misi ‘Klepon Tidak Islami’ yang Perlu Diwaspadai

Usut punya usut, ternyata akun yang mengunggah hal kontroversial tersebut adalah akun fake, yang tak diketahui orangnya. Namun tentu dilakukan oleh orang biasa, karena viralnya sesuatu bisa saja ada peranan dari komunitas tertentu dalam melancarkan tujuannya. Setelah viral, postingan tersebut dihapusnya.

Menganalisis perbuatan oknum tersebut bisa memiliki misi sebagaimana berikut.

1. Mengadudomba umat muslim, karena akun yang memposting foto tersebut mencantumkan nama Arab, Abu Ikhwan Aziz.

2. Mengalihkan perhatian masyarakat dari isu yang jauh lebih penting.

3. Merendahkan agama Islam.

4. Memancing keributan di media sosial

5. Membodohi umat agar makin jauh dari syariat Islam.

Benteng Iman Umat Islam Menghadapi Isu Propaganda

Untuk ke depannya agar hal sama tidak terulang lagi, bagi kita umat muslim baiknya jangan mudah terpancing dengan hal- hal seperti itu, dan agar lebih pintar bermediasosial, serta perkarya terus diri dengan ilmu agama melalui membaca buku dan mendengarkan kajian syariat Islam.

Jangan hanya gara-gara perbuatan oknum tak bertanggung jawab tersebut membuat ukhuwah islamiah kita jadi terpecah belah, dan jangan sampai pula kita jadi melupakan sensasi lembut dan kenyal nikmat kue Klepon yang gula merahnya  lumer di mulut. (*)