UAS Jelaskan Cara Menyikapi Ramadan di Saat Pandemi Corona

UAS Jelaskan Cara Menyikapi Ibadah Ramadan di Saat Pandemi Corona

IslamicTunesNews – Bulan suci Ramadan 1441 H makin dekat, sementara itu pandemi corona masih mengintai keselamatan penduduk bumi. Adalah kesedihan tersendiri bagi umat muslim, dan bertanya-tanya, bagaimana cara untuk tetap memperoleh berkah di bulan yang sangat dirindukan kehadirannya tersebut.

Guna memberi pencerahan bagi umat muslim, Ustadz Abdul Somad bersama Kajian Musawarah menggelar live streaming pada hari Selasa 7 April 2020 dari pukul 21.00 – 22.00 WIB di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official. Acara ini mengangkat tema Menyikapi Ramadhan di Musim Wabah.

Ustadz Abdul Somad saat live streaming bersama Kajian Musawarah, Selasa 7 April 2020. (Dok. Istimewa)
Ustadz Abdul Somad saat live streaming bersama Kajian Musawarah, Selasa 7 April 2020. (Dok. Istimewa)

Live streaming tersebut juga menghadirkan artis-artis hijrah Indonesia dari Kajian Musawarah, selain Dude Herlino yang menjadi Pembawa Acara-nya, juga ada; Irwansyah, Adrian Maulana, Tengku Wisnu, Natta Reza, Dimas Seto, dan lainnya.

Dude Herlino, Pembawa Acara live streaming Ustadz Abdul Somad bersama Kajian Musawarah. (Dok. Istimewa)
Dude Herlino, Pembawa Acara live streaming Ustadz Abdul Somad bersama Kajian Musawarah, Selasa 7 April 2020. (Dok. Istimewa)

Ustadz Abdul Somad dalam Menyikapi Ramadan di Musim Wabah

Pada live streaming tersebut Ustadz Abdul Somad menjelaskan bagaimana melaksanakan ibadah Ramadan jikalau regulasi physical distancing tetap diberlakukan karena Covid-19 yang masih mewabah.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, “Adapun pelaksanaan ibadah Ramadan kita di saat corona mewabah ini, sama saja dengan pelaksanaan ibadah Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya.”

Suasana live streaming Ustadz Abdul Somad bersama Kajian Musawarah, Selasa 7 April 2020. (Dok. Istimewa)
Suasana live streaming Ustadz Abdul Somad bersama Kajian Musawarah, Selasa 7 April 2020. (Dok. Istimewa)

Beberapa Momen di Bulan Ramadan yang Biasanya Umat Muslim Berkumpul

“Ada beberapa momen dari awal sampai akhir Ramadan kita akan berkumpul, namun karena situasi sekarang kita tidak boleh berkumpul, harus jaga jarak 1 meter dengan orang lain, dan tidak boleh lebih dari 10 orang,” kata UAS.

UAS juga mengatakan, “Momen yang pertama, kita biasanya kumpul-kumpul menyambut datangnya bulan suci Ramadan, maka pada Ramadan kali ini, kita tidak bisa lakukan itu. Tapi itu tidak mengurangi Ramadan sedikitpun. Malah dengan adanya corona akan mengurangi perbuatan dosa. Karena biasanya sehari sebelum Ramadan masuk selalu ternodai.”

“Momen ke dua adalah kumpul saat salat tarawih. Tapi kita tak perlu berkecil hati, walaupun kita tak bisa beramai-ramai melaksanakannya, sesungguhnya itu tidak akan mengurangi semangat kita. Karena dalam riwayat Nabi Muhammad SAW, Beliau salat tarawih ke masjid itu tiga malam. Malam ke empat Beliau salat tarawih di rumah. Rasulullah khawatir kalau datang lagi ke masjid, nanti salat tarawih menjadi wajib,” kata UAS.

“Momen ke tiga berkumpul adalah saat selesai tarawih, akan ada tadarus, membaca Al-qur’an. Meski ada corona, kita tetap bisa melaksanakan tadarus dengan memanfaat teknologi telekomunikasi pada saat sekarang ini, contohnya melalui live streaming. Dengan membuka bacaan yang sama, mendengar bersama, dan saling menegur bacaan yang keliru,” kata UAS.

Selanjutnya.

“Momen ke empat adalah berkumpul saat keliling kampung membangunkan orang untuk sahur. Kebiasaan ini bisa kita ganti dengan melakukan panggilan pada jamaah atau komunitas kita melalui handphone,” kata UAS.

“Momen ke lima adalah kebiasaan berkumpul sepulang salat subuh di masjid, yang biasa dinamakan asmara subuh. Alhamdulillah, dengan adanya corona, kebiasaan yang dapat menimbulkan dosa dan menghilangkan nilai puasa ini, tentu tahun ini semoga tidak akan ada lagi,” kata UAS.

“Momen ke enam berkumpul adalah i’tikaf bersama di masjid. Kita bisa menggantinya dengan i’tikaf di rumah, seperti tata cara pada mazhab Hanafi. Kita boleh saja memakai mazhab ini dalam menghadapi pandemi ini,” kata UAS.

“Momen ke tujuh berkumpul saat membayar zakat fitrah. Bisa dilakukan melalui Baznas, website resmi yang mengelola zakat, bisa kita lakukan tanpa harus melakukan kontak fisik, karena menyebutkan akad hukumnya sunah,” kata UAS.

“Momen ke delapan berkumpul saat malam takbiran. Malam Idul Fitri bisa kita ramaikan dengan bertakbir di rumah masing-masing,” kata UAS.

“Momen ke sembilan berkumpul saat salat Idul Fitri. Meskipun saat ini kita dilarang untuk berkumpul lebih dari 10 orang, tapi beberapa mazhab mengatakan sah salat Idul Fitri dilaksanakan oleh 4 orang. Meskipun ada mazhab yang mengatakan tidak sah jika kurang dari 40 orang, tapi mazhab Syafi’i malah membolehkan salat Idul Fitri dilakukan sendirian,” kata UAS. (*)