Adib Irfani – Kidung Bakti | Official Music Video

834
Published on June 17, 2020 by

Judul lagu: KIDUNG BAKTI
Lirik dan lagu: Prima Yuanita
Vokal: Adib Irfani

Lagu ini menceritakan tentang perjalanan seorang anak yang ingin berbakti kepada orangtua. Dia menyadari betapa besar jasa mereka. Akan tetapi selalu saja ada rintangan yang menghampiri usahanya. Anak itu tertatih melewati arus. Namun, keyakinan begitu kuat, bahwa dia pasti mampu untuk mengarunginya.

Special thanks to:
Indrawan Y.P. (vokal director, music director, DOP, dan sutradara)
Soladi Wardoyo (aktor utama) bersama ayah ibunya

Arrangement : INSAN BERKAWAN (Indrawan, Santo, dan kawan-kawan)

Musicians:
Santo (keyboard)
Arga Kusumadharma (guitar, sapek, dan cuk)
Kusnanta Riwus Ginanjar (kendang, saron, dan etnik)
Soladi Wardoyo (flute)
Kiki Hendra Pratama (bass)
P. Bagaskara (pad dan karinding)
Indrawan Y.P. (percussion)

Record operator: P. Bagaskara
Master dan mixering: Kiki Hendra Pratama
Studio Audio: BandKamu Solo

Editor video: Bintang Bimasakti
Kontributor video (Kota Bangun, Kukar): Siswandi

Lokasi Video :
– Kota Solo
– Embung Manten Wirun
– Irigasi bengawan Solo Bekonang
– Kotabangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
– Kali Jenes, Ngruki
– Keraton Solo
– Masjid Agung Solo

~{ Lirik Lagu }~

Kidung Bakti
Lirik dan Lagu, karya: Prima Yuanita

Perahu biduk berayuh
Mengarungi arus waktu
Bergemuruh ombak menderu
Dan menceritakan tentang hidup

Sedangkan di ujung sana
Senyuman itu menyapa
Meski keruh air mendera
Jernih hatinya, menghapuskan lara

Walaupun tanpa permata
Bahagianya menyeka air mata
Tiada balas seucap kata
Yang mampu sandingkan dengan cintanya

Alam pun menutur makna
Tentang rasa yang dijaga
Kemana langkah kususuri
Tak temukan kasih yang lebih sejati
Ayah dan ibu ….

Dhuk sakmono rung biso sembodo
Mlaku tansah dititih ditoto
Ojo nganti adigang adigung adiguna
Eling Gusti… Eling Gusti soko jiwo

(Interlude)

Walaupun tanpa permata
Bahagianya menyeka air mata
Tiada balas seucap kata
Yang mampu sandingkan dengan cintanya

Awan pun seolah berpadu
Menitikkan hujan yang kelabu
Bila hatinya tersedu
Mampukah tersandarkan tempat ‘tuk mengadu

Dengarlah ayah dan ibu
Nyanyian kidung baktiku
Tertatih meski ku saat ini
Kelak arusnya pasti kulalui
Ayah dan ibu …
Maafkan aku….

Category Tag